Ditilik dari keberadaannya, Kecamatan Mandah tergolong daerah tua di Indragiri Hilir (Inhil). Banyak bukti sejarah yang membuktikan tuanya daerah ini. Beberapa bukti sejarah itupun sudah ada yang tinggal kenangan karena tidak tampak lagi kasat mata.
Salah satu objek wisata yang masih tersisa adalah rumah dan bangunan penjajahan kolonial Belanda, alat-alat perang zaman kemerdekaan. Beberapa objek religi seperti seperti makam para penyiar agama Islam di masa dahulu juga mudah ditemukan pada Kecamatan Mandah.
Salah satu rumah peninggalan Belanda adalah, Rumah Kuning. Itu adalah bangunan yang masih berdiri di pinggir sungai di tengah Kota Khariah Mandah. Berdasarkan penjelasan kalangan tua yang mengetahui sejarahnya, rumah itu dinamakan rumah kuning. Karena sejak awal berdirinya sudah diberi cat kuning yang sangat menyolok. Rumah itu diketahui sebagai tempat tinggal wedana.
Bangunan tersebut berbentuk panggung, memiliki ketinggian hampir dua meter darai permukaan tanah. Saat ini tiangnya dibeton, dan dindingnya telah dipugar. Ketika ada acara besar, biasanya selalu digelar pada rumah tersebut.
‘’Rumah itu selain tempat tinggal. Dulunya juga sebagai Kantor Kepala Pemerintahan Perwakilan Belanda di Mandah. Ketika itu dikenal dengan sebutan Amir. Sekarang kondisi bangunan ini mulai memprihatinkan, padahal memiliki sejarah tinggi,’’ kata HM Ali Hanafiah, salah seorang tokoh warga Mandah kepada Riau Pos, Kamis (3/12).
Peninggalan sejarah dengan nuansa religius juga ada di Mandah, seperti keberadaan pemakaman H Encik Ahmad Gerunggang dan dua orang sahabatnya yakni Said Ahmad dan Wan Ahmad. Mereka bertiga adalah pasangan ‘’Tiga Serangkai’’ yang dikenal sebagai orang yang sangat berjasa dalam penyebaran agama Islam di kawasan tersebut bahkan sampai ke Kepulauan Riau dan Johor, sehingga menjadikan kawasan Mandah sebagai daerah yang kental akan warisan ke-Islaman di Kabupaten Inhil.
Menurut penuturan kalangan warga, Kompleks Datuk Gerunggang, awal mula ditemukan sekitar tahun 1970, atas prakarsa ahli warisnya yang sebagian masih bermukim di Mandah. Penyebar agama Islam inipun masih termasuk kerabat Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan.
Konon, penemuan makam ini bermula dari wangsit yang diterima oleh ahli warisnya. Diperkirakan Datuk Geronggang meninggal dunia sekitar 1.650 silam. Kepala Dinas Pariwisata Inhil, Drs H Tantawi Jauhari kepada wartawan belum lama ini menegaskan, upaya untuk melakukan penyelamatan situs dan bangunan bersejarah tetap menjadi perhatian pihaknya dan sudah dilakukan berbagai macam upaya. Upaya penyelamatan menurut dia harus tetap dilakukan. Apalagai situs sejarah itu menggambarkan bagaimana perjalanan daerah ini.
Oleh sebab itu, seluruh situs bersejarah menurut dia akan dicek keberadaannya. Bagi yang memerlukan penanganan, pihaknya akan berupaya untuk melakukan pemugaran. ‘’Kita akan cek tiap objek bersejarah, karena memang harus dilindungi,’’ ujar Tantawi Jauhari.***
Putra Melayu
Kamis, 19 Mei 2011
Kamis, 05 Mei 2011
Kronologi pembebasan versi kapten kapal sinar kudus

Jakarta - Kapal MV Sinar Kudus akhirnya dibebaskan perompak Somalia. Sepanjang hari ini menjadi detik-detik menegangkan bagi keluarga kapten kapal MV Sinar Kudus, Slamet Jauhari.
Kakak ipar Kapten Slamet Jauhari, Joko Susilo, kepada detikcom, Minggu (1/5/2011), mengisahkan momen menegangkan bagi keluarga sepanjang hari ini. Berikut kronologi pembebasan MV Sinar Kudus yang disampaikan Kapten Slamet kepada keluarganya:
Minggu, dini hari WIB
Reuters melansir berita kapal MV Sinar Kudus dibebaskan setelah perampok menerima uang tebusan. Keluarga juga mendapat kabar ini dari berita internet.
Pukul 5.30 WIB
Joko langsung menelepon Slamet. Rupanya Slamet mengatakan mereka belum bebas betul. "Perompak baru separuh yang meninggalkan kapal," kata Slamet ditirukan Joko.
Pukul 6.30 WIB
Joko menghubungi kembali Slamet. Situasi cukup genting. Menurut Slamet, para perompak hendak berubah pikiran.
"Adik saya cerita, sempat kapal mau dicegat lagi. Malah diserahkan ke kelompok lain," kata Joko.
Joko untuk sementara sengaja tidak menelepon Slamet untuk waktu cukup lama. "Saya tahu ada informasi yang dia simpan. Tapi itu mungkin untuk faktor keamanan," jelasnya.
Pukul 14.00 WIB
Joko kembali menelepon Slamet. Slamet mengatakan dirinya kini dijadikan semacam barter untuk keamanan para perompak sebelum melepas kapal MV Sinar Kudus seutuhnya.
"Saya masih mengantar mereka (para perompak)," kata Slamet ditirukan Joko.
"Mereka takut disergap tentara," imbuh Joko lagi.
Kapal TNI AL memang sudah menunggu Slamet di laut lepas. Slamet pun berusaha menenangkan keluarganya.
"Insya Allah, 5 jam lagi selesai," janji Slamet kepada kakak iparnya itu.
Pukul 18.00 WIB
Belum 5 jam dari yang dijanjikan Slamet, tapi PT Samudra Indonesia sudah mengumumkan kalau MV Sinar Kudus sudah dibebaskan. Joko belum menelepon Slamet lagi setelah pengumuman dari PT Sinar Kudus.
Jakarta - Kapal MV Sinar Kudus telah dibebaskan perompak Somalia. Kini kapal tersebut berlayar ke pelabuhan Wa Salala, Oman, dengan pengawalan kapal perang TNI AL sebelum menuju Rotterdam, Belanda.
"KRI akan kawal sampai tempat aman, sesuai perintah Panglima TNI dan permintaan PT Samudera Indonesia," ujar Kapuspen TNI Laksamana Muda, Iskandar Sitompul, dalam jumpa pers di Kantor PT Samudera Indonesia, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (1/5/2011).
Wakil Presdir PT Samudera Indonesia, David Batubara, menambahkan di pelabuhan Wa Salala kapal akan diperbaiki dan diperiksa. Termasuk memeriksa apakah ada muatan kapal yang dicuri.
Seperti diketahui, kapal ini mengangkut muatan bijih nikel (feronikel) senilai lebih dari Rp 1,5 triliun rupiah. Muatan tersebut diangkut dari pelabuhan Pomalaa, Sulawesi Tenggara, menuju pelabuhan Rotterdam, Belanda.
"Kapal ke pelabuhan terdekat untuk perbaikan. Sekaligus pemeriksaan apakah ada hal-hal yang dicuri atau dirompak," ujar David.
David menjelaskan kapal tetap akan berangkat ke Rotterdam untuk mengantar pesanan bijih nikel. Namun anak buah kapal akan diganti dengan yang baru.
"Kru baru akan membawa kapal ke Rotterdam. Kru yang sebelumnya secepatnya dipulangkan ke untuk bertemu keluarga," terang David.

Jakarta - Kapal MV Sinar Kudus akhirnya dibebaskan perompak Somalia. Sepanjang hari ini menjadi detik-detik menegangkan bagi keluarga kapten kapal MV Sinar Kudus, Slamet Jauhari.
Kakak ipar Kapten Slamet Jauhari, Joko Susilo, kepada detikcom, Minggu (1/5/2011), mengisahkan momen menegangkan bagi keluarga sepanjang hari ini. Berikut kronologi pembebasan MV Sinar Kudus yang disampaikan Kapten Slamet kepada keluarganya:
Minggu, dini hari WIB
Reuters melansir berita kapal MV Sinar Kudus dibebaskan setelah perampok menerima uang tebusan. Keluarga juga mendapat kabar ini dari berita internet.
Pukul 5.30 WIB
Joko langsung menelepon Slamet. Rupanya Slamet mengatakan mereka belum bebas betul. "Perompak baru separuh yang meninggalkan kapal," kata Slamet ditirukan Joko.
Pukul 6.30 WIB
Joko menghubungi kembali Slamet. Situasi cukup genting. Menurut Slamet, para perompak hendak berubah pikiran.
"Adik saya cerita, sempat kapal mau dicegat lagi. Malah diserahkan ke kelompok lain," kata Joko.
Joko untuk sementara sengaja tidak menelepon Slamet untuk waktu cukup lama. "Saya tahu ada informasi yang dia simpan. Tapi itu mungkin untuk faktor keamanan," jelasnya.
Pukul 14.00 WIB
Joko kembali menelepon Slamet. Slamet mengatakan dirinya kini dijadikan semacam barter untuk keamanan para perompak sebelum melepas kapal MV Sinar Kudus seutuhnya.
"Saya masih mengantar mereka (para perompak)," kata Slamet ditirukan Joko.
"Mereka takut disergap tentara," imbuh Joko lagi.
Kapal TNI AL memang sudah menunggu Slamet di laut lepas. Slamet pun berusaha menenangkan keluarganya.
"Insya Allah, 5 jam lagi selesai," janji Slamet kepada kakak iparnya itu.
Pukul 18.00 WIB
Belum 5 jam dari yang dijanjikan Slamet, tapi PT Samudra Indonesia sudah mengumumkan kalau MV Sinar Kudus sudah dibebaskan. Joko belum menelepon Slamet lagi setelah pengumuman dari PT Sinar Kudus.
Jakarta - Kapal MV Sinar Kudus telah dibebaskan perompak Somalia. Kini kapal tersebut berlayar ke pelabuhan Wa Salala, Oman, dengan pengawalan kapal perang TNI AL sebelum menuju Rotterdam, Belanda.
"KRI akan kawal sampai tempat aman, sesuai perintah Panglima TNI dan permintaan PT Samudera Indonesia," ujar Kapuspen TNI Laksamana Muda, Iskandar Sitompul, dalam jumpa pers di Kantor PT Samudera Indonesia, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (1/5/2011).
Wakil Presdir PT Samudera Indonesia, David Batubara, menambahkan di pelabuhan Wa Salala kapal akan diperbaiki dan diperiksa. Termasuk memeriksa apakah ada muatan kapal yang dicuri.
Seperti diketahui, kapal ini mengangkut muatan bijih nikel (feronikel) senilai lebih dari Rp 1,5 triliun rupiah. Muatan tersebut diangkut dari pelabuhan Pomalaa, Sulawesi Tenggara, menuju pelabuhan Rotterdam, Belanda.
"Kapal ke pelabuhan terdekat untuk perbaikan. Sekaligus pemeriksaan apakah ada hal-hal yang dicuri atau dirompak," ujar David.
David menjelaskan kapal tetap akan berangkat ke Rotterdam untuk mengantar pesanan bijih nikel. Namun anak buah kapal akan diganti dengan yang baru.
"Kru baru akan membawa kapal ke Rotterdam. Kru yang sebelumnya secepatnya dipulangkan ke untuk bertemu keluarga," terang David.
Rabu, 27 April 2011
Bekerja Sesuai Dengan Rencana
Jika kamu hendak melakukan sesuatu pekerjaan, maka sebelumnya hendaklah kamu memikirkan rencana yang hendak kamu capai dari pekerjaanmu.
Senin, 25 April 2011
Langganan:
Komentar (Atom)